Semua mata memandang sosok wanita yang terbang melayang di samping leluhur Sekte Pedang Es dengan tatapan kaget dan tidak percaya. Dengan api membara disekujur tubuhnya, kecantikannya bagaikan dewi perang dari khayangan yang turun ke dunia. Api Qi Spiritual yang memancar dari tubuhnya membuat langit berubah merah.

Para Immortal dari pihak lawan, meski mereka telah menyaksikan kemampuan Leena yang mampu melukai salah satu dari mereka dan memancarkan tekanan seorang Immortal, namun mereka tetap menyangsikan status Leena sebagai Immortal melihat usianya yang masih muda.

"Dia pasti memiliki senjata tingkat dewa dan memiliki artefak di tubuhnya sehinggga dapat menipu kita dengan ranahnya." bisik salah satu Immortal.

"Huh, anak kecil seperti dia ingin menipu kita. Jika benar dia Immortal, kita pasti sudah lama mendengar adanya seorang jenius seperti itu." kata Immortal lainnya.

"Beraninya gadis ini menyerangku. Tapi dia sesuai dengan seleraku... Aku akan membawanya kekamarku dan membuatnya melayaniku selamanya...." kata Immortal dari sekte Salju Hitam yang sebelumnya terluka parah terkena serangan Leena sambil memegang dadanya yang sakit. Dia terbang mendekati rekan-rekannya sambil memulihkan kekuatannya. Meski sudah berusia ratusan tahun, dia memiliki kebiasaan menangkap wanita muda dan memintanya untuk melayani, selain itu dia terkenal sering memerintahkan belasan anak buahnya untuk mempermainkan seorang wanita dan menyaksikan mereka berhubungan langsung di depannya. Awalnya dia sangat marah karena terkena serangan yang tidak di duganya, namun setelah melihat kecantikan wanita yang menyerangnya, dia menekan perasaannya dan matanya berbinar menampilkan nafsu bejatnya.

"Leluhur, bagaimana kondisi anda?" tanya Leena tanpa melepaskan pandangan dari lawan-lawannya.

"Aku baik-baik saja. Berhati-hatilah. Mereka semua tidak akan segan berbuat curang untuk mendapatkan kemenangan." Han Tiansheng berbisik pelan sambil berusaha memulihkan lukanya dengan meminum pil pemulihan tingkat tinggi.

Leena menganggukkan kepalanya sebelum menatap lawan-lawannya dan berteriak emosi."Kalian para senior tidak tahu malu. Beraninya tiga lawan satu. Aku akan memberi pelajaran untuk kalian."

"Nona cantik, kamu sangat berani. Bagaimana jika..." Belum selesai ucapan leluhur dari salju hitam berbicara, Leena sudah mengayunkan pedangnya sehingga energi pedang yang kuat dengan cepat meluncur ke arahnya.

DUAR!!!

Dengan napas terengah-engah dan marah karena tidak menduga serangan mendadak di terimanya yang hampir mengenainya jika dia tidak segera melindungi dirinya, leluhur tersebut berkata,"Kurang ajar. Aku akan memberimu pelajaran."

Dia lalu memandang ke arah rekannya yang lain,"Biar aku sendirian yang menghadapinya. Dia sudah mempermalukanku."

Leena yang sudah menyadari lawannya tidak memiliki niat baik, tidak ingin menunda dengan banyak percakapan. Dia juga ingin menguji kemampuan barunya, namun dia harus berhati-hati agar identitasnya sebagai murid sekte Api Langit tidak ada yang mengetahui.

Leena melangkah di udara, setiap jejak kakinya meninggalkan bunga api yang perlahan mekar dan menghilang. Suaranya tenang, namun menekan seperti langit malam sebelum badai. Tangan kanannya terangkat perlahan.

"Blazing Petal Dance."

Suara itu adalah bisikan. Namun dunia bereaksi seolah dentuman petir telah memecah langit.

Tubuh Leena berputar, perlahan pada awalnya. Angin mulai meliuk di sekelilingnya. Api dari tubuhnya meledak, membentuk garis melingkar yang berputar bersama gerakannya, seperti kelopak bunga terbakar yang menari dalam spiral. Setiap putaran menghasilkan bayangan dirinya, masing-masing membawa semburan api merah keemasan yang mengoyak udara dan menebas ruang.

Kelopak-kelopak api menyebar ke segala arah. Udara menjadi terlalu panas untuk dihirup, salju di bawah mencair dalam radius puluhan meter, membentuk danau mendidih di tengah medan perang.

"Awas!"

Immortal dari sekte Kabut Dingin segera mengangkat kedua tangannya.

"Ice Demon Wall!"

Tiga lapis dinding es raksasa terbentuk di depannya. Namun kelopak-kelopak api yang menari meluncur seperti hujan meteor. Dinding pertama meleleh bahkan sebelum kelopak menyentuhnya. Lapisan kedua pecah dengan suara seperti ratusan tulang patah. Dinding ketiga bertahan sekejap... lalu terbakar dalam semburan api spiral.

Immortal itu terpental ke belakang, jubahnya terbakar sebagian. Ia mengerang marah, jubahnya diselimuti bekas bakar dalam bentuk ukiran bunga.

"Kamu berani menyerang kami juga. Apa kamu sudah tidak sayang nyawa?" bentaknya.

"Gadis bodoh, kamu sengaja mencari kematian. Aku tidak akan ragu-ragu mencabut nyawamu." kata Immortal lainnya dengan penuh amarah.

Tanpa menjawab, Leena melanjutkan serangan berikutnya tanpa memberi jeda.

"Rising Flame Ascension!"

Api meledak dari bawah kakinya. Lingkaran bercahaya muncul di tanah, membentuk teratai bersudut delapan. Sosoknya melesat ke udara seperti meteor emas. Di sekelilingnya, naga api melingkar cepat, berputar naik dengan raungan yang memekakkan telinga.

"Skyfall Cleave!" teriak salah satu Immortal dari pihak lawan bertubuh tinggi dengan rambut putih panjang, mengayunkan pedangnya ke langit.

Saat dia melihat serangan Leena mengarah kepada mereka bertiga dan sudah menyaksikan kekuatan Leena yang dapat menembus jurus lapisan pelindung milik leluhur sekte Kabut Dingin. Langit robek, dan dari retakan dimensi itu, muncul bilah cahaya raksasa yang jatuh seperti langit terbelah dua."Kamu sendiri yang mencari mati gadis muda. Aku akan membunuhmu langsung agar kamu tidak merasakan penderitaan."

Leena melihat ke atas, lalu mengepalkan tinjunya. Sayap api menyebar dari punggungnya.

Dengan raungan keras, dia menyambut bilah langit itu dengan pukulan penuh qi api. Benturan terjadi di tengah udara.

DUARRR!!

Cahaya dan api menyatu. Gelombang ledakan menyebar seperti tsunami panas. Tanah pecah, langit bersinar menyilaukan, dan semua makhluk di sekitar harus menutup mata atau terbakar dalam sorotan api.

Sosok Leena muncul dari asap, dengan tatapan mata membara. Dia menghancurikan serangn dari immortal tersebut dengan mudah.

Tanpa memberi jeda, dia melanjutkan lagi serangannya. Dia bergerak cepat sambil mengayunkan pedang ke arah mereka bertiga, dan segera terjadi pertempuran tiga lawan satu.

Setelah beberapa kali serangan, pihak lawan merasa terkejut karena merasakan tubuh mereka bergetar hebat di setiap benturan menandakan kekuatan mereka di bawah gadis ini.

Salah satu immortal dari bahkan terkena tendangan keras hingga terlempar ke tanah dan mengalami luka dalam, sedangkan dua lainnya mundur dengan memuntahkan sedikit darah.

Para kultivator yang menyaksikan pertarungan merasa kaget karena tidak menduga wanita muda yang mereka anggap remeh ternyata mampu menghadapi tiga lawannya. Bahkan tiga immortal yang menahan leluhur Xue Yuning tidak dapat tidak memalingkan wajah mereka dan diam terpaku menyaksikan kekuatan Leena yang jauh melebihi mereka.

Leena segera mengeluarkan teknik lainnya lagi.

Dia membuka kedua telapak tangan. Api mulai berputar dari kedua sisi tubuhnya, kiri dan kanan, seperti pusaran api ganda yang meliuk dalam gerakan seimbang.

"Heavenflame Petal Dance."

Suara itu kali ini lebih dalam, seolah bukan dari mulutnya, suaranya pelan namun dari  berbagai arah merasa terkejut mendengarnya.

Tanah di bawahnya pecah membentuk pola kelopak raksasa. Dari setiap retakan, semburan api memancar ke langit. Tubuh Leena mulai menari. Langkah-langkahnya ringan seperti penari istana surgawi, namun setiap putaran memunculkan pedang api yang membelah udara dan membakar ruang.

Para kultivator yang terkejut saat Leena menyebutkan nama jurus, bertambah terkejut saat mereka melihat langsung jurus yang di keluarkan oleh Leena, karena mereka sangat mengenali jurus ini.

"Itu benar-benar teknik Heavenflame Petal Dance...!"

"Tidak mungkin... itu hanya dimiliki murid inti Sekte Api Langit!"

"Apakah dia murid sekte Api Langit? Tapi bukankah jurus-jurus sebelumnya tidak kita kenali. Jurus-jurus sehebat itu seharusnya pasti kita sudah pernah melihatnya. Siapa dia sebenarnya?!"

"Tunggu gadis muda!" teriak leluhur sekte Salju Hitam. "Apa hubunganmu dengan sekte Api Langit? Kami tidak memiliki permusuhan dengan kalian."

Leluhur sekte Salju Hitam tidak takut menghadapi wanita di depannya, namun jika wanita ini memiliki hubungan dengan Sekte Api Langit, dia harus berhati-hati karena para kultivator dari Benua Tianzhou tidak bisa di remehkan begitu saja.

Leena tidak menghiraukan keheranan orang-orang di sekitarnya. Dia lupa sedang menyembunyikan identitas dirinya sehingga tanpa di sengaja dia menggunakan jurus ini. Tarian apinya kini membentuk pusaran kelopak raksasa di langit. Tujuh lapis. Tujuh dimensi. Setiap lapis memotong udara dengan energi tajam dan membakar jiwa spiritual yang menyentuhnya.

